nav-left cat-right
cat-right

Pulau Tidung Kecil Angker

Pulau Tidung Kecil Angker

Pulau tidung kecil angker – Narasi ini berawal sewaktu kami tengah bermain-main ke pulau tidung kecil. Pulau yang terdapat di samping pulau tidung besar ini dikaitkan dengan satu jembatan bernama jembatan cinta. Saya sendiri bingung mengapa diberi nama jembatan cinta, jembatan itu cuma jembatan yang tinggi serta jadi tempat hilir mudik kapal-kapal kecil. Sesudah jembatan cinta kita bakal dihadapkan oleh kondisi jembatan yang begitu rusak cuma bagian-bagian yang telah di beton bekasnya kayu yang telah tua serta mudah keropos jadi ada yang sisa dibakar. Sampailah kami di pulau tidung kecil yang tidak berpenghuni itu. Pulaunya begitu sepi mungkin saja lantaran saya datang waktu sore hari serta ada satu jalan setapak yang telah menggunakan batu endesit. Kami jalan di sana sampai ditengah pulau, lantas kami lihat kedepan seolah tak ada ujungnya itu pulau serta nampaknya masihlah begitu jauh.

Sesungguhnya saya masihlah penasaran dengan ujung pulau itu lantaran saya menginginkan lihat pantai yang betul-betul pantai, tetapi lantaran rekan-rekan saya menginginkan balik pada akhirnya kami mengambil keputusan balik. Saat ingin balik saya lihat ada pantai si samping kiri bila kita dari arah tidung besar. Kami juga menelusuri selama pantai di timur pulau tidung kecil angker, memanglah sih pantai dengan pasir putihnya namun betul-betul tidak ada ombaknya seperti tengah ada di danau saja, berisi juga hanya tanaman mangrove yang masihlah kecil serta sepertinya sih baru di tanam agar pantai itu gak abrasi.

Kondisi jembatan yang begitu rusak menuju pulau tidung kecil. Perjalanan di pulau tidung kecil angker demikian terkejutnya kami lihat suatu hal disana, awalannya saya kira itu mayat nyatanya kami temukan seekor lumba-lumba yang terdampar serta telah mati. Baunya menyengat banget namun bukanlah bau busuk jadi bau laut gitu lah. Mungkin saja lantaran telah lama terdampar tengkorang lumba-lumba juga terlihat di sana, horror sih memanglah lihat binatang yang besar itu mati tetapi saya heran mengapa tak ada warga yang menguburkannya ya saat tidak ada yang tahu ada lumba-lumba terdampar.