nav-left cat-right
cat-right

Daya Tarik Investasi Emas Dalam Islam

Daya Tarik Investasi Emas Dalam Islam

Melakukan praktek investasi emas dalam Islam tergolong menggiurkan karena keuntungan dan daya tariknya tersendiri. Setidaknya ada dua faktor yang membuat emas menjadi instrumen investasi favorit. Pertama adalah karena investasi ini memiliki prinsip dasar yaitu mengunci harga emas di masa yang akan datang menggunakan harga yang berlaku sekarang. Apabila harga emas per gramya sekarang adalah Rp550.000 maka lima tahun kemudian, harganya diprediksi akan menjadi Rp1.000.000. Artinya, dengan modal Rp11.000.000 kita sudah bisa mendapat 20 gram emas. Dalam lima tahun ke depan, nilai emas yang kita miliki menjadi Rp20.000.000. Keuntungan yang didapat ini akan berkali-kali lipat sehingga tentunya akan sangat menggiurkan.

 

Harga emas yang selalu naik ini membuat orang-orang senantiasa memantau harga emas. Tujuannya adalah agar orang-orang bisa menentukan kapan waktu terbaik untuk melakukan investasi emas. Kemudahan lain dari investasi emas dalam Islam ialah kita tidak perlu mengeluarkan banyak modal. Bahkan dengan modal terbatas pun kita bisa memulai investasi ini. Caranya adalah dengan membeli emas yang berbentuk koin dengan berat 5, 10 hingga 25 gram. Emas berbentuk koin serta batangan ini juga bebas dari pajak. Beda dengan emas perhiasan yang akan dikenakan PPn sebesar 10 persen. Pertimbangan yang dilakukan ialah emas batangan sudah termasuk dalam bahan baku untuk industri.

 

Faktor kedua ini juga turut berubah seiring adanya kebijakan baru terkait pajak pada transaksi emas. Kebijakan pajak ini terutama terkait transaksi jual beli emas. Pajak penjualan emas telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Menkeu sebesar 0,45 persen dari keseluruhan harga jual. Artinya, komponen pajak telah termasuk dalam harga jual logam mulia emas itu sendiri. Nilai emas menjadi lebih mahal 0,45 persen karena adanya pajak. Investasi emas dalam Islam harus turut mempertimbangkan adanya pajak ini. Aturan ini sendiri telah diterbitkan pemerintah pada 8 Juni 2015 silam. Namun walau demikian, investasi pada logam mulia masih terbilang menguntungkan karena nilainya yang akan terus bertambah dari tahun ke tahun.